Langsung ke konten utama

Sejarah Pemilu di Indonesia

Sejarah Pemilu di Indonesia

Pesta Demokrasi yang biasa di sebut sebagau pemilu adalah kegiatan terbesar di Indonesia dalam melakukan paham demokrasi. Demokrasi berarti kekuasaan dari, oleh, dan untuk rakyat. Itu berarti pemerintahan tertinggi di Indonesia adalah pada warga Negara.

Tercatat sudah 11 kali Indonesia telah menyelenggarakan pemilu. Pada umumnya, istilah pemilu lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislative dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali sejak tahun 1955 hingga 2014.

Pada awalnya, pemilu ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten / kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada tahun 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan kedalam rangkaian pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada pemilu 2004.

Pemilu 1955

Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota DPR dan Konstituante. Sesuai tujuannya, pemilu 1955 dibagi menjadi dua tahap, yaitu: tahap pertama adalah pemilu untuk memilih DPR yang diikuti 29 partai dan Individu. Tahap kedua adalah pemilu untuk memilih anggota konstituante. Lima besar dalam pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, NU, PKI, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

Pemilu 1971

Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 juli 1971. Pemilu ini adalah pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 9 partai politik dan 1 organisasi masyarakat. Lima besar dalam pemilu ini adalah Golkar, NU, Parmusi, PNI, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

====
Pemilu-pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan presiden Soeharto. Pemilu-pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu golongan karya yang kesemuaannya dimenanggakan oleh golongan karya.
====

Pemilu 1977

Pemilu ketiga yang terjadi di Indonesia, pada tanggal 2 mei 1977. Pemilu ini dilaksanakan tidak berbeda jauh dari tahun 1971 prosesnya dengan menggunakan sistem proporsional.

Ciri khas pelaksanaan pemilu 1977 memiliki sistem yang diikuti oleh 3 partai saja. Partai tersebut yakni PDI, PPP, dan Golkar. Hal itu terjadi karena penyederhanaan partai di Indonesia.

Pemerintah membuat undang-undang no 3 tahun 1975 tentang partai Indonesia, partai politik dan Golkar menjadi penyesuaian pemerintahan ada 70 juta lebih pemilih dan hampir 64 juta suara yang sah, 90.93%

Pemilu 1982

Pemilu ke empat yang terjadi di Indonesia, Pemilihan ini dilakukan serentak pada tanggal 4 mei 1982 dan memilih anggota DPR sebagai tujuannya. Dengan komposisi yang sedikit berbeda.

Peserta pemilu 1982 diikuti oleh 3 partai dan 75.126.306 pemilih. Dimenangkan oleh Golkar dan posisi kedua diduduki oleh PPP, posisi ketiga diduduki oleh PDI.

Pemilu 1987

Pemilu kelima diselenggarakan pada tahun 1987. Diikuti oleh 3 peserta, 85.869.816 pemilih. Pemilu ini dimenangkan oleh partai Golkar diikuti parti PPP di posisi kedua dan partai PDI di posisi ketiga.

Pemilu 1992

Pemilu ini dimenangkan oleh partai Golkar. Diikuti oleh 3 peserta seperti pemilu sebelumnya dan diikuti 97.789.534 pemilih.

Didapatkan hasil Pemilu dengan 3 besar Partai Pemenang. Golkar dengan prosentase suara 67,22%, PPP dengan prosentase suara sebanyak 15,5% dan terakhir adalah PDI sebanyak 14% suara. Jadi pemenang Pemilu 1992 adalah Golkar.

Pemilu 1997

Pemilu tahun 1997 diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 1997. Terdaftar jumlah pemilih pada Pemilu 1997 mencapai 112.991.150 pemilih. Perlu diketahui, Pemilu 1997 ini telah dipersiapkan oleh pemerintah Orde Baru dengan berbagai langkah buruk, rekayasa kotor, peraturan- peraturan yang tidak Demokratis dan rencana-rencana yang patut diharamkan oleh nalar yang sehat.

Peserta Pemilu pada tahun 1997 masih sama dengan 4 tahun pada Pemilu sebelumnya. Diantaranya adalah 2 Partai Politik dan 1 Golongan Karya. 3 Peserta Pemilu tersebut adalah Partai Persatuan Pembanguna (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Pemilu 1999

Berturut-turut Rezim Orde Baru melakukan Pemilu, mulai dari tahun 1971-1999. Yang mana pada Pemilu ini mengalami beberapa perubahan, yaitu pada jumlah Peserta Pemilu yang pada Pemilu tahun-tahun sebelumnya hanya berjumlah peserta sekarang menjadi 48 Peserta Pemilu. Pemilu kali ini dilaksanakan serentak pada tahun 1999.


Pemilu kedelapan yang terjadi di Indonesia, terlaksana tanggal 7 juni 1999. Dan sebagai pemilu pertama sesudah orde baru.

Pemilu ini diadakan dibawah kepemimpinan presiden BJ.Habibie, terselenggarakan dibawah sistem politik demokrasi liberal. Artinya jumlah partai peserta tidak lagi dibatasi seperti pemilu-pemilu sebelumnya, yang terdiri dari Golkar,ppp,pdi. jumlah partai yang terdaftar 141 partai, dan yang lolos vertifikasi untuk ikut 48 partai.

Pemilu mengalami beberapa hambatan diantaranya dalam proses perhitungan suara dimana 27 partai politik.

Pemilu 2004

Pemilu kesembilan yang terjadi diindonesia, diselenggarakan serentak pada tanggal 5 April 2004, dan memilih anggota DPR 550, DPD 128, dan anggota DPRD se indonesia.

Pemilu ini memilih presiden dan wakil presiden pada tanggal 5 juli 2004 (putaran 1), dan 20 september 2004 (putaran 2). Pemilu ini memiliki sejarah sendiri diindonesia.

Pertama kalinya rakyat indonesia memilih presiden dan wakil presidennya sendiri, dan membuktikan uapya serius dalam mewujudkan sistem presidensil. Pemilu ini dilakukan dengan sistem proporsional dengan daftar calon terbuka.

Pemilu 2009

Pemilu kesepuluh yang terjadi diindonesia, diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 april 2009. Untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, dan anggota DPRD.

Dalam memilih presiden dan wakil presiden dilaksanakan tanggal 8 juli 2009 (satu putaran). Dilaksanakan menurut undang-undang nomor 10 tahun 2008, jumlah kursi ditiap dapil yang merebutkan minimal 3 dan maksimal 10 kursi.
Pemilu ini menjadi periode ke- dua terpilihnya presiden susilo bambang yudoyono dengan didampingi prof. Dr. Boedino sebagai wakil presiden, sementara untuk jumlah golput hampir 50 juta suara. Dan sekitar 30 persen.

Jumlah golput tergolong besar meskipun masih lebih kecil dari hasil survei mencapai 40 persen.

Pemilu 2014

Pemilu 20014 dilaksanakan menurut uu No.42 tahun 2008, tentang pemilu presiden dan wakil presiden uu No. 27 tahun 2009 tentang MPR,DPR,DPD dan DPRD : UU No. 2 tahun 2011 tentang partai politik.

Pemilu kesebelas yang terjadi diindonesia, yang terlaksana tahap 1 tanggal 9 april 2014. Dan tahap 2 tanggal 9 juli 2014.

Partai tersebut adalah, PDIP (18,9% - 19,7%), GOLKAR (14,3% - 14,9%), dan GERINDA (11,7% - 12,2%) Suara.

Dari tahun ke tahun pelaksanaan Pemilu di Indonesia telah berjalan dengan baik, tertib dan lancar meskipun mungkin ada beberapa konflik yang turut ikut serta dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Rakyat Indonesia pun menyambut Pemilu-pemilu yang diadakan di Indonesia dengan semarak dan penuh suka cita. Dan dari pelaksanaan Pemilu yang sudah dilaksanakan di Indonesia dari sekian tahun yang lalu menandakan bahwa berhasilnya Indonesia dalam melaksanakan Pemilu di Negara Kita. Oleh karena itu bagi para Pemuda dan juga Generasi Muda Indonesia yang akan datang, berikanlah suaramu untuk memilih wakilmu. Pilihlah wakil yang berhak untuk memimpin Bangsa Kita, karena satu suara saja sangat menentukan siapa yang akan memimpin Bangsa Kita.

Berikut Tabel 3 Besar Pemenang Pemilihan Umum Di Indonesia


Tahun Pemilu
Peserta Pemilu
Pemilih
3 Besar Partai Pemenang
I
II
III
1995
172
37.785.299
PNI
Masyumi
NU
22,17%
22.17%
17,51%
1971
10
54.669.509
Golkar
NU
Parmusi
65,55%
21,79%
9,33%
1977
3
63.998.344
Golkar
PPP
PDI-P
64,44%
38,52%
8,05
1982
3
75.126.306
Golkar
PPP
PDI-P
67,22%
26,11%
6,66%
1987
3
85.869.816
Golkar
PPP
PDI-P
74,75%
15,25%
10%
1992
3
97.789.534
Golkar
PPP
PDI-P
67,22%
15,5%
14%
1997
3
112.991.150
Golkar
PPP
PDI-P
76,47%
22,25%
2,75%
1999
48
105.786.661
PDI-P
Golkar
PPP
33,12%
25,97%
12,55%
2004
24
188.224.161
Golkar
PDI-P
PPP
23,27%
19,82%
10,55%
2009
38
73.874.562
Demokrat
Golkar
PDI-P
26,79%
19,11%
16,96%
2014
12
70.997.833
PDI-P
golkar
gerinda
19,5%
<
16,3%
13%





































Sumber: Wikipedia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INTERPRETASI CITRA PENGINDERAAN JAUH

Menurut Este dan Simonett ,  interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Adapun unsur-unsur interpretasi pada citra atau foto udara terdiri atas sembilan macam, yaitu sebagai berikut. 1. Rona dan Warna Rona ( T one ), yaitu tingkat kegelapan atau kece- rahan suatu objek pada citra. Adapun Warna ( C olour ), yaitu wujud yang tampak pada mata dengan menggunakan spektrum tampak yang lebih sempit. Misalnya, warna biru, hijau, merah, dan warna yang lainnya. 2. Tekstur ( T e xtu r e ) adalah frekuensi perubahan rona pada citra yang dinyatakan dengan kasar, sedang, dan halus. Misalnya, hutan bertekstur kasar, semak belukar bertekstur sedang, sedangkan sawah bertekstur halus. 3. Bentuk ( S hap e ) adalah konfigurasi atau kerangka gambar dari suatu objek yang mudah dikenali. Misalnya, persegi empat teratur dapat diidentifikasi sebagai komplek perkantoran, sedangkan bentuk p...

Tanggung Jawab Menyampaikan Informasi

Salah satu cara menjadi orang yang bertanggung jawab adalah memberikan  informasi yang aktual. Nah, bagaimana informasi yang kita sampaikan adalah aktual akan saya bahas di postingan ini. Kamu pasti tau game outbond komunikata atau pesan suara yang peraturan mainnya ada lebih dari 3 orang.. Minimal 3 orang lah.. Tapi biasanya gak sampai segitu. Intinya banyak orang pemain. Ketika awal game, pemain pertama memberikan sebuah pesan lalu disampaikan ke pemain kedua tapi jangan sampai terdengar pemain selanjutnya lalu pesan itu di berikan ke pemain ketiga dan seterusnya. Diakhir game, pemain terakhir akan disuruh memberitahukan pesan apa yang dia dengar kesemua pemain. Sangat sulit bila pesan berantai itu bisa benar sampai ke pemain terakhir. Jika ditelusuri pasti ada pemain yang salah dengar memberitahukan kesalahan informasi yang ia dapat ke pemain selanjutnya hingga ke pemain terakhir.. Hikmahnya bila kita diberi informasi dan hendak menyampaikan informasi tersebut kepada orang ...